Organisasi para penghafal dan pelantun Al-Qur’an Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) meresmikan konsorsium Metode Membaca dan Menghafal Quran (M3Q) di Cirendeu, Tangerang Selatan. Konsorsium metode ini dibuat untuk memperkaya cara membaca dan menghafal Al-Qur’an. 

Pimpinan pelantun dan penghafal Al-Qur’an NU Saifullah Ma’shum mengatakan, konsorsium ini dibuat sejalan dengan kesadaran dalam mendidik murid yang cakap. Umat katanya bisa memiliki banyak pilihan metode membaca dan menghafal Al-Qur’an. 

“Ini tentu memperkaya kaum muslimin pada pilihan metode membaca dan menghafal sekaligus menginventarisir karya-karya metode yang dikeluarkan kalangan NU,” kata Saifullah Ma’shum kepada wartawan, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (18/1/2019). 

Selain itu, dibuatnya konsorsium ini juga diharapkan bisa jadi jawaban kekhawatiran kalangan NU soal banyaknya metode yang justru memiliki potensi menjadikan generasi teradikalisasi. Apalagi, yang bisa mengakibatkan salah tafsir. 

“Faktanya demikian, ini yang terus diwaspadai NU bagaimana Quran tidak menjadi rujukan munculnya radikalisasi akibat salah tafsir, para guru khususnya orang tua harus cerdas memilah bukan hanya soal mampu membaca tapi benar menafsirkan ajaran Alquran yang tidak bisa hanya di artikan secara terjemahnya saja,” ujarnya. 

Lukman Hakim, pemilik aplikasi Ilhami, sebuah metode membaca dan menghafal Alquran untuk anak, mengatakan JQH NU merupakan organisasi yang didirkan Wahid Hasyim pada 15 Januari 1951. Organisasi ini merupakan inisiator gelaran MTQ yang diselenggarakan pemerintah waktu itu. 

“JQH NU bisa dibilang organisasi perkumpulan hafidz tertua yang juga inisiator gelaran MTQ yang diselenggarakan pemerintah saat ini,”katanya.

Source: https://detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *