CILODONG, DEPOK- Jamiyyatul Qurro’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kota Depok menggelar  Pelatihan Tahfidz (menghafal-red) Al-Qur’an Bersanad Metode Ilhamqu (Jarimatika). Hal itu dibenarkan oleh Ketua PCNU Kota Depok Ust. Achmad Solechan, MS.i. Dari kegiatan tersebut dirinya berharap agar para pecinta, penghafal dan pengajar Al-Qur’an berguru pada Kiyai yang bersambung pada Rasulullah yang menerima wahyu  Al-Qur’an.

“Dengan demikian kita akan dapat berkah dan petunjuk dari Al-Qur’an,” ujarnya di Aula lantai 2 Gedung PCNU Kota Depok, Kalimulya, Cilodong, Rabu (03/04/2019).

Menurutnya, di era milenial ini semua bidang ilmu dapat mudah di dapat melalui kecanggihan teknologi seperti: google, medsos dan lainnya. Sehingga, lanjutnya, tidak jarang yang belajar melalui teknologi atau tanpa guru, namun dalam mempelajari cara menghafal Al-Qur’an perlu adanya sanad atau nyambung ke Rasulullah.

“Mengutip pernyataan Imam Abdulah bin Mubarok. Sanad itu dari agama, seandainya tanpa sanad maka orang berkata sesukanya. Sama halnya dengan tahfidz, juga diperlukan sanadnya,” terangnya.

Hal senada diutarakan Ketua JQH NU Kota Depok Ust. Imam Nafi’. Menurutnya, dari kegiatan tersebut diharapkan para peserta mengenal metode tahfidz di NU yang  bersanad atau memiliki legalitasnya yang  bersambung pada Rasul.

“Tentunya, agar mereka tidak salah guru atau tidak bersanad. Karena, dikhawatirkan sekarang ini banyak anak didik yang memiliki semangat tinggi dalam menghafal Al-Quran. Namun, dalam metode tahfidznya sanadnya terputus sanadnya, sehingga kering dari pemahaman agama,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, sedikitnya 250 orang dari perwakilan dari  guru tahfidz TK, TPQ, SDIT, MA, Pesantren dan lainyya se-Jabodetabek mengikuti acara Pelatihan Tahfidz Bersanad.

Source : depokpembaharuan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *